Foto : Dokumentasi
SOLO, SUARASOLO.id — Di tengah keprihatinan makin lunturnya pengamalan ideologi bangsa di era modern, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.A.K., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali membumikan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata sehari-hari.
Ajakan tersebut ditegaskan Hari Wuryanto saat hadir sebagai narasumber dalam Sarasehan “Pancasila Kembali Sakti” yang berlangsung di Monumen Pers Nasional, Kota Solo, Sabtu (10/10/2026).

“Nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya tidak sekadar untuk dihafalkan, namun harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Bupati Madiun di hadapan peserta.
Acara yang diinisiasi oleh Forum Konsolidasi Komunitas Peduli Pancasila ini mempertemukan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari jajaran pemerintah, akademisi, komunitas, mahasiswa, hingga pemuda Karang Taruna.

Ketua P-PERISAI sekaligus penanggung jawab kegiatan, Amy Kadiono, mengungkapkan bahwa gerakan ini berawal dari kegelisahannya melihat generasi muda yang kian asing dari nilai-nilai luhur bangsa.
“Sebagai seorang ibu, saya prihatin melihat generasi muda kita hampir melupakan nilai-nilai luhur Pancasila. Inilah alasan mendasarnya,” tutur istri mantan Bupati Madiun, Kadiono tersebut.

Menurut Amy, upaya menghidupkan kembali roh Pancasila tidak bisa ditumpukan kepada masyarakat semata. Peran aktif jajaran pemerintah daerah sangat krusial agar gerakan moral ini bisa berjalan masif dan berkelanjutan.
“Kita awali langkah sinergi ini dari Solo. Harapan kami, para kepala daerah dan stakeholder terkait ikut peduli dan membuka ruang kolaborasi, karena tanpa dukungan pemangku kebijakan, gerakan masyarakat ini akan sulit berhasil,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, dukungan Pemkot Surakarta disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dra. Purwanti, MSi mewakili Wali Kota Respati Achmad Ardianto.
Purwanti menegaskan bahwa Pancasila tidak semestinya berhenti sebagai hafalan atau slogan. Nilai-nilainya perlu diwujudkan melalui toleransi, gotong royong, keadilan, penghormatan terhadap perbedaan, serta kepedulian kepada sesama.
Pemkot Solo juga membuka peluang kerja sama dengan komunitas untuk memperluas sosialisasi nilai Pancasila. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pemanfaatan ruang publik, termasuk kegiatan car free day (CFD), sebagai tempat edukasi dan panggung pengamalan Pancasila.
Di acara sarasehan ini, sejumlah pihak hadir, diantaranya para mahasiswa dari delapan perguruan tinggi, Karang Taruna se-Surakarta, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran generasi muda diharapkan membuka ruang diskusi dan mendorong keterlibatan mereka dalam menjaga persatuan bangsa.
Selain Bupati Madiun, Amy Kadiono dan Purwanti, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lainnya yakni Kepala Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila Ir. Prihandoyo Kuswanto; Kepala Bidang Sosialisasi BPIP Pusat Andy Apriyanto, S.H., M.Si serta Kepala Pusat Studi Pengamalan Pancasila UNS Prof Dr Triyanto SH, MHum.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
VA PAULO /*

